Tidak sedikit orang diluar sana yang mengalami susah tidur atau insomnia. Beberapa dari mereka hanya tertidur selama 3 – 4 jam perhari atau bahkan ada yang tidur hanya 2 jam perhari. Padahal tidur malam yang ideal dan baik untuk kesehatan adalah sekitar 8 – 9 jam perhari. Banyak faktor yang mengakibatkan seseorang menjadi sulit tidur, seperti stress, begadang karena pekerjaan, terlalu banyak mengonsumsi kafein, dan lain – lain. Dampaknya seseorang akan merasa lesu dan lemas di keesokan harinya.

Selain kurang tidur berdampak pada kemampuan psikomotor, ternyata kurang tidur juga berdampak pada menurunnya kemampuan otak seperti otak jadi lamban berfikir, sukar menerima informasi baru, memicu penyakit mental dan juga menjadi pelupa. Nyatanya tidur tidak hanya memberi tubuh anda waktu untuk beristirahat dan memulihkan tenaga tetapi juga penting untuk kemampuan otak dalam belajar dan mengingat.

Sumber gambar: pexels.com

Dalam sebuah penelitian menunjukkan tidur memiliki peran yang penting, tidur yang cukup mempengaruhi dua hal yaitu :

  1. Kemampuan focus dan belajar secara efisien.
  2. Mengkonsolidasi memori sehingga dapat diingat di masa depan.

Selama tidur, meski tubuh anda beristirahat namun otak anda masih sibuk memproses informasi – informasi yang didapat hari ini menjadi sebuah ingatan. Ada berbagai jenis ingatan yakni ingatan berbasis fakta (mengingat nama ibu kota), ingatan bersifat episodic (mengingat pengalaman anda) dan ingatan yang bersifat procedural atau instruksional (mengendarai sepeda). Agar suatu informasi tersebut menjadi memori maka harus melewai tiga hal, antara lain :

  1. Akuisisi (Mendapatkan informasi)
  2. Konsolidasi
  3. Mengingat.

Proses Akuisisi dan Mengingat terjadi pada saat kita bangun. Dan konsolidasi terjadi saat anda tertidur. Tanpa tidur yang cukup maka otak akan sulit menyerap dan mengingat informasi yang baru. Masih dipertanyakan bagaimana proses konsolidasi terjadi dalam otak, namun para peneliti percaya bahwa dalam prosesnya melibatkan hippocampus dan neokorteks otak (bagian otak tempat memori jangka panjang disimpan).

Seorang ahli sekaligus asisten profesor dari Fakultas Kedokteran Universitas Maryland Amerika Serikat yang bernama dr. Avelino Verceles memaparkan bahwa dalam posisi tidur otak manusia akan merekam berbagai hal yang telah dia pelajari dan alami seharian ke dalam ingatan jangka pendek.

Dalam penelitian tersebut menunjukkan saat tidur dalam otak manusia terjadi penguatan terhadap koneksi saraf yang membuat ingatan kita. Tidur sangat berperan penting dalam menggabungkan informasi baru menjadi sebuah ingatan. Jika tidur anda tidak teratur atau bahkan tidur anda tidak memenuhi waktu tidur ideal maka siklus membuat suatu informasi menjadi ingatan itu akan terganggu.

Tak heran jika saat anda mengantuk, anda akan lupa menaruh kunci, smartphone atau barang-barang anda. Ketidakmampuan untuk focus dan berkonsentrasi yang disebabkan karena mengantuk akan menyebabkan kemampuan otak untuk mengingat akan lemah.

“Jika anda tidak dapat berkonsentrasi pada apa yang ada ditangan anda, maka informasi tersebut tidak akan sampai ke ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang” ucap Allison T. Siebern, PhD seorang ahli Insomnia and Behavioral Sleep Medicine Program di Stanford University.

Banyak sekali gangguan – gangguan yang akan dialami karena kurang tidur seperti hipertensi, obesitas, dan juga diabetes. Menjaga gaya hidup sehat, termasuk tidur teratur memang sangat sulit dilakukan saat anda stress dengan deadline kerjaan, tapi ingatlah bahwa tidur merupakan kebutuhan biologis anda. Jadi berilah kesempatan tubuhmu untuk beristirahat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *