“Aku ketawa-ketawa sendiri nih bacanya, Yul. Bisa bener banget gini ya. Motivasi hidup datar-datar aja. Wkwkkwkwkwkw. Kok tau ya.” Tulis seseibu bangsa melalui aplikasi whatsapp.

“Waow, luarbiasa, Mbak. Sampai tentang sentuhan fisik gitu ketahuan. Aku memang nggak suka. Apa berkaitan dengan perjalanan hidup waktu kecil, ya?” Tanya seseembak yang aku belum pernah jumpa di dunia nyata.

***

Bwhahaaaa, akhirnya nulis juga. Apakabar Teman-teman semuaaaaa? Semoga selalu sehat bahagia dan dalam penjagaan Tuhan. Sebenarnya udah agak lama pengen nulis ini, tapi karena so(k) sibuk jadi gitu deh. Hahhaaa. Ditambah mood yang memerlukan banyak eskrim karena ikut acak adul .—sebab beberapa akhir ini ‘nemu’ tulisan tangan yang ada suicidal traits-nya. Apa itu suicidal traits? Kapan-kapan akan aku ceritakan secara spesial tentang ini.— yang jelas, tulisan mengenai analisa tulisan tangan ini tertunda karena aku lebih banyak gloleran glundang-glundung kayak watermelon. Wkwkwkkwkw

FB_IMG_1537171545016
ini foto yang aku unggah di facebook. malah kayak iklan onion ring, yak? =D

Oke lanjut, semua berawal dari keisenganku mengunggah sebuah foto di salah satu media sosial, sebut saja media sosialnya dengan facebook, dengan caption “Mau tulisan tangannya dianalisa juga? Mengenali karakter diri, mendeteksi beban masa lalu, serta visi masa depannya gimana? Tenang kita nggak harus tatap muka koq.”

“Mbak Yul, itu apa? Koq sepertinya menarik.” sebuah pesan beserta screenshoot foto yang aku terima pada suatu malam.

Yap, setelah unggahan itu tidak sedikit teman yang tanya apa itu analisa tulisan tangan dan mau dianalisa juga tulisan tangannya.

Apa itu analisa tulisan tangan?

Jadi mudahnya (semoga bahasaku mudah dipahami. Hahhaha), analisa tulisan tangan adalah suatu metode untuk mengetahui kepribadian seseorang melalui tulisan tangannya. Analisa tulisan tangan merupakan nama panggung dari handwriting analysis. Sedangkan, handwriting analysis ini juga punya nama beken lain: graphology. Graphology atau handwriting ini disepakati oleh para psikolog dan psikiatri sebagai tulisan otak (brainwriting).

Apa manfaat tulisan tangan kita dianalisa? Dari tulisan tangan tersebut insyaallah akan lebih mengetahui tentang karakter diri, tingkat keterbebanan seseorang terhadap masa lalu, juga bagaimana visi masa depan pemilik tulisan tersebut. Analisa tulisan tangan juga bermanfaat untuk memunculkan kreatifitas dan bakat yang dimiliki seseorang. Bisa tau juga loh tentang kondisi kesehatan orang tersebut, termasuk kondisi kesehatan psikis dan finasialnya. Heheee.

Ssssttt, ini rahasia. Dari tulisan tangan juga bisa mengungkap seseorang itu pembohong atau sekedar bohong saja? –Seperti Kaisar Nero yang menggunakan analisa tulisan tangan untuk menentukan siapa yang bisa ia percaya–. Bahkan, keinginan seseorang untuk bunuh diri pun bisa ‘terbaca’, meski sudah bertahun-tahun yang lalu.

Screenshot_2018-09-16-22-48-26-856-01 (1)
Salah satu contoh percakapan konfirmasi tentang keinginan bunuh diri :'(

Eh kalau gitu, cenayang donk?!

Uhmmm, jadi gini. Graphology itu berasal dari bahasa Yunani, graph yang artinya tulisan dan logos yang artinya ilmu. Dengan demikian graphology merupakan ilmu yang mempelajari tulisan tangan.

“Nah, ada kata logos-nya ya, Kak. Itu menunjukkan unsur sains. Keilmuan.”

Ini ilmunya bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, bukan ilmu mistik, ramalan, atau cenayang. Sebab untuk bisa masuk ke dalam kategori sains, dia perlu melalui berbagai riset ilmiah terlebih dahulu.

Sejarah graphology diawali sejak 300 M. Kemudian tahun 1930-an, peneliti dari Harvard University membuktikan bahwa graphology merupakan ukuran yang signifikan dan akurat mengenai kepribadian seseorang. Akhirnya The Amirican Library mulai memindahkan buku mengenai analisa tulisan tangan dari rak mistis ke rak sains pada tahun 1931.

Dari sini sudah semakin nggak samar, kan? Xixixiixii.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, graphology (grafologi) adalah ilmu tentang aksara atau sistem tulisan; ilmu suratan tangan; ilmu tentang hubungan antara watak dan tulisan tangan (rajah). Hubungan antara tulisan tangan dengan ciri kepribadian seseorang itu bisa ditarik benang merahnya dari sini. Ketika seseorang sedang menuliskan sesuatu dengan tangan, maka pada saat yang bersamaan dia menggunakan tiga aspek dalam dirinya secara bersamaan pula, yaitu aspek fisik, aspek mental, dan aspek emosi.

Aspek fisik ditunjukkan dengan orang tersebut memegang pena. Saat menulis, orang tersebut menyampaikan sesuatu dalam bentuk tulisan dengan menggunakan kecerdasan (aspek mental), di mana kondisi emosi (aspek emosi) juga terlibat di dalamnya. Sehingga masing-masing gerakan menulis yang menghasilkan coretan akan mengungkap ciri kepribadian yang spesifik dari seseorang. Bagian ini masih bingung? Kalau masih, nggak papa. Sebab penelitian puluhan tahun  emang nggak bisa dijelaskan dengan tulisan tipis-tipis macam ini, yang bakal selesai dibaca sambil senyum-senyum manis. Ikut kelasnya aja yuk. #eh, sengaja iklan. xixixixiixix =D

Akurasinya gimana?

Banyak yang terheran-heran dengan hasil analisa tulisan tangan, yang mampu mengungkap kepribadian penulisnya. Ssssttt, aku aja kadang masih takjub atas ilmu Allah yang satu ini. Hahhahaha. Uhmmm, diantara teman-teman pasti ada yang pengen tanya: seberapa besar tingkat akurasi dari analisa tulisan tangan ini? Nah, sebagian besar professional mengklaim 85%-95% akurat. Hasil akurasi akan berbanding lurus dengan jam terbang grafolognya, dimana semakin tinggi jam terbangnya maka akan semakin akurat hasil analisanya.

Screenshot_2018-09-10-06-43-08-825-01
gimana nggak dikira cenayang, kalau ketemu mbaknya ini aja enggak. haaaa =D

Terus kalau sudah tau, kenapa gitu?

Kalau sudah dianalisa, dari situ akan terungkap ciri kepribadian seseorang secara spesifik. Jika ada hal-hal yang merugikan, hal-hal yang menghambat bagi si pemilik tulisan, maka bisa dibantu untuk meningkatkan kualitas hidup dengan terapi. Terapi apa? Pastinya terapi dalam bentuk tulisan tangan juga, graphoterapy. Graphoterapy ini tidak hanya tentang peningkatan karier, finansial, ataupun bisnis. Yang lebih utama ialah peningkatan mental dan spiritual.

Gitjuuuu, intinya analisa tulisan tangan nggak ada hubungan dengan cenayang. Apalagi disebut sebagai saudara kembar cenayang itu sendiri =D

Jadi gimana, Kakak mau dianalisa juga tulisan tangannya? Yuk, mariiiiiii 😉

Yogyakarta, 17 September 2018

Referensi: Yosandi, Dahsyatnya Tulisan Tangan:
Kaya, Sukses, dan Bahagia dengan Grapho-business.

4 Replies to “Analisa Tulisan Tangan, Cenayang kah?”

  1. Seru juga. Kak, kalau pada anak-anak jaman sekarang yang lebih jarang menulis dan lebih sering mengetik, apa ada pengaruhnya terhadap hasil interpretasi?

  2. wahhhh kerennn
    emang bener kok

    gerak motorik kan dilandasi otak, berarti bisa dibaca ttg pemikiran seseorang dr gaya tulisannya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *